Translate

Kamis, 20 Juli 2017

METODE MENGAJAR BAHASA JEPANG

Hello…Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, dan selamat malam, bagi minasan yang sekarang tengah mengunjungi blog saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan minasan bergabung pada halaman blog saya, dan selanjutnya di sini saya mau berbagi ilmu nih seputar dunia pengajaran bahasa jepang…mumpung ada niat dan kesempatan, maka saya akan coba berbagi di blog ini.

Pada kesempatan pertama, khususnya untuk para pemula yang belajar bahasa jepang, biasanya selalu diawali dengan belajar menulis huruf hiragana dan katakana bukan..?
Bagi dewan guru, start awal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan lembaran atau sebuah buku yang berisi full latihan menulis huruf hiragana dan katakana pada setiap murid. Biasanya di tempat-tempat kursus atau di tempat perkuliahan sudah disiapkan dan sudah langsung siap digunakan. Namun, apabila ternyata belum ada, maka dewan guru bisa membuat sendiri, lalu difoto copy selanjutnya dibagikan ke tiap-tiap murid. Dari tahap ini para murid dihimbau agar selalu rajin dalam berlatih menulis, agar gerakan tangan tidak kaku dan supaya cepat lancar.

Selanjutnya, di sini saya akan sedikit berbagi pengalaman mengenai metode dalam mengajarkan cara menulis huruf hiragana dan katakana setelah metode di atas. Metode ini sengaja saya buat agar suasana belajar tidak monoton dan ada dunia kreatif yang juga bermain di sana, sehingga para murid diharapkan tetap semangat dalam belajar menulis huruf-huruf jepang.
Okey…langsung saja ya,

1.     Metode Mengajarkan Menulis Huruf-Huruf Hiragana dan Katakana.

·         METODE KE-1
Guru membuatkan sebuah kata (dalam huruf balok), yang di dalam kata tersebut terdapat huruf hiragana yang sedang siswa pelajari. Ini dalam rangka agar siswa cepat menghafal huruf hiragana yang tengah mereka pelajari.
Contoh praktek: Saat itu huruf hiragana yang sedang dipelajari adalah huruf A, maka guru membuatkan sebuah kata “misalnya: TENTARA”, nah si murid tugasnya merubah huruf “A” dengan huruf hiragana yaitu , adapun huruf-huruf yang lain tetap ditulis huruf balok. Begitu seterusnya diulang-ulang dengan beberapa kata yang lain (boleh yang lebih panjang) dan disesuaikan dengan huruf-huruf yang sedang dipelajari saat itu. Kalau saat itu huruf hiragana/katakana yang sudah dipelajari sudah banyak, maka metode di atas tetap bisa dipraktekkan, bahkan lebih maksimal.
         
·         METODE KE-2 (Hampir mirip dengan yang di atas)
Guru meminta tiap-tiap murid untuk menuliskan nama teman yang berada di depan, belakang, samping kanan, dan kiri mereka. Perintahnya yaitu, tulis dengan huruf balok kecuali pada huruf yang sedang ia pelajari atau yang sudah pernah dipelajari sebelumnya, yaitu agar ditulis dengan huruf hiragana/katakana.
Contoh praktek:
Nama “ANTON”, huruf hiragana/katakana yang sedang dipelajarisaat itu adalah huruf A dan TO, maka huruf A dan TO diganti dengan hiragana/katakana, dan huruf yang lain ditulis tetap dengan huruf balok. Lakukan berulang-ulang, insyaa ALLAH murid-murid akan cepat hafal.

·         METODE KE-3 (Hampir sama juga, namun metode ini menurut saya lebih praktis dan efisien)
Guru membuatkan sebuah tulisan boleh artikel atau cerpen atau yang lain dalam satu halaman penuh yang terdiri dari beberapa paragraf. Tulisan tersebut boleh berbahasa Indonesia atau boleh yang berbahasa jepang langsung.  Atau kalau tidak sempat menulis, guru bisa copy paste dari internet. Selanjutnya, tulisan tersebut di foto copy/ diperbanyak sesuai jumlah murid. Tugas para murid sama seperti di atas, yaitu menulis kembali tulisan tersebut dengan huruf balok, kecuali huruf-huruf yang sesuai dengan hiragana/katakana yang sedang mereka pelajari atau yang sudah dipelajari sebelumnya. Adapun prakteknya, dalam satu pertemuan itu tidak semua tulisan tersebut ditulis ulang, tapi per paragraph atau dibatasi per 3 baris, atau silahkan sesuai keinginan guru. Sisanya untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Metode ini insyaa ALLAH lebih efektif, karena satu buah artikel tersebut bisa dipakai untuk beberapa kali pertemuan, sehingga guru tidak bingung-bingung lagi membuat metode yang lain pada pertemuan berikutnya.
Tapi saran dari saya, metode ini tetap harus dibatasi, jangan sampai dalam pertemuan demi pertemuan terus-terusan menggunakan metode ini, karena suasana akan menjadi monoton dan membosankan juga.

·         METODE KE-4 ( Khusus untuk huruf katakana)
Guru memberikan sebuah pertanyaan kepada tiap-tiap muridnya. Pertanyaan nya boleh pendek, boleh yang panjang (soal cerita). Pertanyaan yang diberikan di luar wawasan jepang, boleh wawasan Indonesia, wawasan politik, wawasan ilmu alam, ekonomi dll pokoknya diluar wawasan jepang (ini sengaja dilakukan karena memang untuk menguji seberapa hafal mereka pada huruf katakana yang sudah mereka pelajari).
Setelah pertanyaan diberikan, murid supaya menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menuliskan jawabannya di papan tulis dengan menggunakan huruf katakana, Contoh praktek:
Pertanyaannya adalah “Apa nama ibu kota provinsi jawa timur” jawab: SURABAYA (ditulis dengan huruf katakana oleh murid di papan tulis).
Dan, pertanyaan yang diberikan jangan terlalu sulit, yang mudah-mudah saja, karena tujuan kita adalah menguji kemampuan katakana murid bukan kemampuan wawasannya.

(NB: Guru agar tetap mengajarkan tata cara penulisan katakana yang benar, yaitu sebagai contoh: dalam katakana tidak ada huruf mati “R”, yang ada penulisannya yaitu “RU”, contoh kata JAKARTA saat ditulis ke dalam bentuk katakana berbunyi JAKARUTA, SANTOS menjadi SANTOSU, ANGKOT menjadi ANGKOTO, dll.)

·         METODE KE-5 (Khusus untuk huruf hiragana)
Guru membuat daftar sebagai berikut:
1.     Nama-nama kota yang berada di Negara jepang
2.    Nama-nama makanan dan minuman jepang
3.    Nama-nama orang jepang
4.    Nama-nama kebudayaan yang ada di jepang, dll
Prakteknya: Tulis daftar nama tersebut dengan huruf balok, susun dengan terperinci, jumlahnya bebas, setelah selesai disusun lalu di foto copy, kemudian bagikan ke setiap murid. Dari situ murid diminta untuk menuliskannya ke dalam huruf hiragana. Lakukan dalam beberapa kali pertemuan, insyaa ALLAH murid dapat segera terlatih dalam menulis huruf hiragana, sekaligus akan cepat hafal.

·         METODE KE-6
Metode ini saya beri nama PERMEN PUTAR.
Bahan yang dipersiapkan adalah permen, dan Tape recorder/ HP.

Prakteknya: Para murid diminta untuk berdiri membentuk lingkaran. Satu murid diantara mereka disuruh memegang satu buah permen. Nanti permen tersebut dikelilingkan sambil diputarkan musik. Tugas guru menghentikan suara musik tersebutdengan tiba-tiba. Nah, saat suara musik itu berhenti, maka permen juga harus berhenti. Siapa diantara murid tersebut yang memegang terakhir permen tersebut (saat musik mati), maka dialah yang berhak mendapatkan pertanyaan dari gurunya, dan pertanyaan tersebut agar dijawab oleh murid itu dengan ditulis menggunakan huruf hiragana / katakana di papan tulis. Dan apabila dia menjawabnya dengan benar, maka ia berhak memiliki permen yang ia pegang tersebut, dan dia dipersilahkan duduk untuk menonton teman-temannya bermain. Tapi kalau jawabannya salah maka ia harus kembali ke dalam lingkaran dan ikut bermain kembali. Begitu seterusnya, hingga murid-murid dalam lingkaran tersebut habis.

·         METODE KE-7
Guru menuliskan dua buah huruf hiragana/katakana di papan tulis. Satu huruf diletakkan di depan, dan huruf satunya di belakang. Di antara ke dua huruf tersebut diberi garis-garis horizontal pendek ( __ __ __ ),
Kemudian nanti murid diberi pertanyaan dan diminta menjawabnya dengan mengisi garis-garis yang kosong tersebut dengan huruf-huruf hiragana/katakana sampai terisi semuanya sehingga menghasilkan sebuah kata yang sempurna. Peraturannya adalah satu baris kosong untuk satu murid, jadi seumpama ada 7 baris kosong maka yang maju ke depan untuk mengisi adalah 7 murid, itu kalau setiap murid yang maju mengisi dengan benar. Tapi kalau ada murid yang salah dalam mengisi, maka langsung digantikan dengan murid yang lain sampai jawabannya benar, dengan demikian bisa jadi tidak hanya 7 orang yang maju ke depan bahkan bisa lebih.

·         METODE KE-8
Guru menyediakan fasilitas berupa potongan-potongan kertas kecil-kecil yang masing-masing di dalamnya dituliskan huruf balok A, I, U, E,O, KA, KI, KU ,KE, KO, SA, SI…dst (sampai dengan jumlah huruf hiragana/katakana). Potongan-potongan kertas itu masukkan ke dalam kotak yang bagian atasnya terbuka. Nah, setiap murid nanti tugasnya mengambil satu buah potongan kertas, kemudian murid diminta membuat kata-kata dalam bahasa jepang sebanyak-banyaknya sesuai dengan huruf yang berada dalam potongan kertas yang mereka ambil, ditulis dengan menggunakan huruf hiragana/katakana. Contoh praktek:
Huruf yang di dalam potongan kertas tersebut adalah KA, maka murid supaya membuat kata-kata bahasa jepang yang ada huruf KA nya misalnya: Kawasaki, katsumoto, kanji, kabuki, dll, dengan ditulis menggunakan huruf hiragana.

          Selanjutnya, selain metode-metode di atas, saya juga akan membagikan metode-metode yang lain, dengan praktek yang unik dan menarik, dan tentunya untuk mengetahui kemampuan para murid yaitu seberapa hafal mereka pada huruf-huruf hiragana dan katakana yang sudah mereka pelajari. Untuk itu langsung saja bisa di simak…Douzo’.

2). Metode mengajarkan huruf hiragana dan katakana.
·         METODE KE-1
Guru menuliskan angka 1, 2,3,4 di papan tulis dengan diberi jarak. Di bawah setiap angka tersebut guru menuliskan huruf-huruf balok, contoh praktek:            1                 2                 3
                  (A, I, KA, KU)    (U, E, SA, SO)    (RA, MA, O)

Sebelumnya guru sudah menulis huruf-huruf hiragana/katakana yang sesuai dengan huruf-huruf balok yang di papan tulis tersebut pada kertas ( per kertas satu huruf, dan ditulis dengan ukuran yang besar). Cara memainkannya adalah sebagai berikut:
Guru berdiri sambil menunjukkan satu kertas ke murid yang duduk paling depan, caranya kertas diangkat di depan dada, lalu murid itu diminta menebak kira-kira huruf hiragana yang di kertas itu apa, lalu dia supaya maju dan berdiri pada posisi nomer yang mana  ada huruf balok yang sama bacanya dengan huruf hiragana yang ditunjukkan di kertas tadi. Begitu seterusnya bergiliran sampai semua murid kenaan.
Dengan demikian, guru akan mengetahui kemampuan muridnya dalam menghafal huruf-huruf hiragana dan katakana yang sudah mereka pelajari.

·         METODE KE-2
Guru menuliskan huruf-huruf hiragana di papan tulis. Adapun menuliskannya dengan berbaris sesuai dengan posisi duduk murid-muridnya. Untuk lebih jelasnya lihat ilustrasi berikut ini:
MURID kami singkat dengan huruf M.
Posisi duduk murid:

M       M       M       M       M       M       M

M       M       M       M       M       M       M

Kemudian guru dalam menuliskan huruf hiragananya / katakananya di papan tulis persis seperti posisi duduk murid-muridnya di atas.
Bisa dilihat sebagai berikut:

                                   

                              ちゃ  

Langkah selanjutnya, guru memberikan instruksi seperti ini “ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi huruf supaya mengacungkan tangan”.

Nah begitu seterusnya sampai semua murid kenaan. Dan pada metode ini, guru dalam mengatakan hurufnya harus acak, jangan sampai berurutan, karena kalau berurutan maka murid-muridnya akan tahu dengan mudah kapan jatuh gilirannya.
bisa dibuat lebih bervariasi lagi, yaitu antara lain:
-Ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi supaya berdiri.
- Ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi supaya tepuk tangan dua kali
- Ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi supaya bilang YES
- Ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi supaya bilang HAI’
- Ketika saya mengatakan A, tolong yang merasa duduk di posisi supaya menangkap bola yang saya lemparkan, dst

·         METODE KE-3
Metode ke-3 ini melanjutkan metode ke-2, yaitu setelah pada gelombang pertama selesai yaitu setelah semua murid mendapatkan giliran, maka semua murid diminta berdiri dan pindah tempat duduk secara acak, tidak boleh memilih tempat duduk. Peraturannya yaitu:
1.     Pada saat proses pindah tempat duduk, semua murid dilarang melihat ke papan tulis. Guru juga bisa berdiri tepat di depan papan tulis agar tulisan hiragananya tidak kelihatan sehingga murid tidak bisa melihat dengan jelas.
2.    Sekali murid sudah mendapatkan tempat duduk maka tidak boleh pindah.

Adapun cara bermainnya sama dengan metode ke-2 di atas, dan guru tidak perlu mengganti huruf-huruf hiragana/ katakana yang sudah ditulis di papan tulis.

NB: Metode ini cukup dilakukan maksimal 3 kali saja. Karena kalau dilakukan terus-terusan, dikhawatirkan para murid bisa menghafal letak hiragananya, sehingga nanti pas proses pindah tempat duduk mereka bisa memilih tempat duduk dengan mudah sesuai huruf hiragana yang mereka incar.
·         METODE KE-4
Metode ke-4 ini sama dengan metode ke-3, dan prakteknya sama dengan metode ke-2, hanya saja formasi yang diubah bukan posisi tempat duduk para murid, melainkan huruf-huruf hiragana/katakananya yang diubah. Namun, bagi saya metode ini sedikit monoton, tapi tidak ada salahnya untuk tetap dicoba, OKE..?

·         METODE KE-5
Guru membuat potongan-potongan kertas (kecil-kecil saja), di dalamnya dituliskan kata-kata jepang dengan menggunakan huruf hiragana (boleh nama orang jepang, boleh nama kota di jepang, boleh nama makanan di jepang), jumlah potongan kertas sesuaikan jumlah murid, lalu kertas-kertas tsb digulung kecil, kemudian masukkan ke dalam kotak yang bagian atasnya terbuka.

Selanjutnya, guru membuat daftar di buku pegangannya, yaitu dengan cara guru menulis nama-nama jepang yang sudah ditulis di potongan-potongan kertas tadi, ditulis berurutan dari atas ke bawah, kemudian di sebelahnya masing-masing kata jepang tersebut , dituliskan sebuah perintah (bebas). Untuk lebih jelasnya bisa disimak contohnya di bawah ini:

まつもと:  Berdiri!

たべもの:  2 kali tepuk pramuka!

あるきます:  Berdiri lalu maju 5 langkah!

きりまる: Pegang tas kamu lalu angkat tinggi-tinggi ke atas!

あたらしい:  Tangkap bola ini!

DLL..
Setelah sudah siap semuanya, maka langsung ke Prakteknya:
1). Setiap murid diminta maju untuk mengambil satu buah potongan kertas dengan menutup mata, setelah selesai mengambil dipersilahkan untuk duduk kembali. Begitu seterusnya sampai semua murid mengambil potongan kertas dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.

2). Gulungan kertas yang sudah dipegang belum boleh dibuka sampai guru memberikan aba-aba untuk membuka.

3). Setiap kata-kata jepang yang ada di dalam kertas tersebut akan disandingkan dengan sebuah perintah yang nanti akan dibacakan oleh guru

4).  Guru memberi aba-aba untuk membuka gulungan kertas, lalu semua murid diminta untuk mencermati kata-kata jepang yang ada pada kertas tersebut.

5). Guru kemudian memulai permainan, dengan berkata seperti ini:
“Yang megang kata MATSUMOTO tolong berdiri!
“Yang megang kata TABEMONO tolong 2 kali tepuk pramuka!
“Yang megang kata ARUKIMASU tolong berdiri lalu maju 5 langkah!
Dst…
Lakukan sampai seluruh anak mendapatkan giliran…semoga sukses.

·         METODE KE-6
Metode kali ini hampir sama seperti metode ke-5, hanya metode ke-6 ini lebih simpel dan lebih praktis karena tanpa perlu mempersiapkan alat dan bahan.
Prakteknya: Guru menuliskan daftar di papan tulis, contohnya seperti ini:

つき:  1 kali tepuk pramuka!

のみもの:  Jongkok!

みぎ:  berdiri!

あつめる:  Pegang pundak teman yang ada di depanmu!

Dst…

Kemudian satu murid diminta maju ke depan.
Guru kemudian mengatakan salah satu kosa-kata jepang tersebut.
Murid tersebut diminta untuk mempraktekkan kalimat perintah yang ada di sebelah kosa-kata yang disebutkan gurunya tersebut, contoh:
Guru mengatakan TSUKI, maka murid langsung melakukan gerakan yaitu 1 kali tepuk pramuka.
Guru mengatakan MIGI, maka murid langsung melakukan gerakan yaitu berdiri…
Begitu seterusnya lakukan dengan menambah lebih banyak item kosa-kata dan item kalimat perintah yang lebih bervariasi, dan ingat metode ini dilakukan secara individu bukan berkelompok yakni satu per satu murid maju ke depan untuk memainkannya.
Semoga sukses…

·         METODE KE-7
Metode ke-7 ini hampir sama pula, dan juga dengan praktek yang simpel, praktis karena tidak membutuhkan alat-alat pambantu.
Prakteknya:
Guru menuliskan angka-angka di papan tulis (bebas) dan disebelahnya angka diberi kosa-kata jepang dengan formasi seperti berikut ini,
Contoh:

3= あなた

7= にちようび

10= たけ

12= わらう  dst..

Kemudian guru memberikan tebak-tebakan matematika pada tiap-tiap muridnya, boleh penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, yang mana hasilnya adalah angka yang ada di papan tulis tsb.
Contoh praktek:
Guru mengatakan, 4+3…maka murid itu langsung menjumlah sendiri hitungan tersebut dan langsung menyebutkan kosakata jepang yang sesuai dengan jawaban dari penjumlahan tadi, yaitu NICHIYOUBI (karena 4+3=7, nah 7 = NICHIYOUBI)

Guru mengatakan, 20:2…maka murid itu langsung menghitung sendiri hitungan tersebut dan langsung menyebutkan kosakata jepang yang sesuai dengan jawaban dari penghitungannya tadi, yaitu TAKE (karena 20:2=10, nah 10= TAKE)

Guru bertanya, berapakah jumlah bulan dalam satu tahun? Lalu murid tersebut menjawab WARAU (karena jumlah bulan dalam satu tahun ada 12, nah 12= WARAU)…dst

NB: Perlu diingat ini permainan individu, sehingga setiap murid mendapat giliran menjawab pertanyaan. Kemudian guru dalam memberikan pertanyaan supaya dengan acak, tidak urut sesuai daftar list nya. Dan murid di dalam menjawab yaitu langsung menyebutkan kosa-kata jepangnya saja, tidak perlu menyebutkan angka hasil penghitungannya.
Semoga sukses…

·        METODE KE-8
Guru menuliskan daftar kosa-kata jepang di papan tulis. Jumlah kosa-kata lebih banyak dari jumlah murid. Contoh praktek menulis daftar kosa-katanya sebagai berikut:
おしえます、とても、こんばんわ、

あそびます、ならいます、たのしい

すみません、なまえ、かきます,…dst

Murid diminta maju ke depan, kemudian diminta untuk menghapus kosa-kata yang disebutkan gurunya. Contoh: guru mengatakan TOTEMO, maka tugas murid yaitu menghapus kata TOTEMO..dst, lakukan sampai semua kosa-kata habis dan sampai semua murid mendapat giliran.
Semoga sukses...


  • METODE KE-9


Guru membagi muridnya dalam satu kelas menjadi dua kelompok. Jumlah murid dari tiap kelompok bebas (yang penting seimbang). Langkah permainannya:
Guru membisikkan kosakata bahasa indonesia ke murid di kelompok 1, lalu murid tersebut bertugas menyampaikannya ke kelompok 2 dengan menggunakan bahasa jepang. Kelompok dua bertugas menebak arti dari kosakata bahasa jepang yang diberikan oleh kelompok 1 tadi. Contoh:
Guru membisikkan kata SEKOLAH ke salah satu murid yang di kelompok 1, kemudian murid tersebut menyampaikannya ke kelompok 2 dengan menggunakan bahasa jepang yaitu GAKKOU (nah, syaratnya murid tsb harus tau bahasa jepang nya sekolah). Kemudian kelompok 2 bertugas menebak arti dari GAKKOU tsb. 

Penilaian:
Apabila murid dari kelompok 1 tadi tidak tau bahasa jepang dai kosakata bahas Indonesia yang diberikan gurunya tadi, maka kelompok 1 poinnya 0. Apabila bisa menyamapaikan dengan bahasa jepang yang tepat, maka poinnya 10. Dan bagi kelompok lawan apabila bisa menebak dengan benar maka poinnya 10, jika salah poinnya 0.

Begitu seterusnya, lakukan permainan ini sampai semua murid yang ada di dalam masing-masing kelompok tersebut (baik kelompok 1 maupun kelompo 2) mendapat giliran bermain.
Ganbatte...

  • METODE KE-10
Metode kali ini diterapkan tidak dengan berkelompok, tapi cukup dengan individu. Permainannya adalah sebagai berikut:
Guru menyuruh muridnya untuk menulis di papan tulis dua buah kosakata berbahasa jepang. Lalu guru menyebutkan salah satu arti dari kosakata bahasa Jepang yang sudah ditulis tadi. Tugas murid adalah menghapus kosakata bahasa jepang yang bukan merupakan arti yang diucapkan oleh gurunya tadi. Contoh praktik:
Murid diminta untuk menulis: IKIMASU ,  KAERIMASU
Setelah itu guru menyebut kata PULANG.
Tugas murid adalah menghapus kosakata yang bukan arti dari PULANG, yaitu IKIMASU.

Lakukan berulang-ulang dengan modifikasi yang berbeda, contohnya: murid diminta melingkari kosakata yang tepat sesuai dengan arti yang guru ucapkan...
Semoga sukses ya...




Nah…minasan saya rasa sekian dulu share metode pengajaran bahasa jepangnya. Di lain kesempatan kalau ada ide-ide kreatif lagi seputar dunia metode pengajaran bahasa jepang, insyaa ALLAH akan saya share lagi di blog saya tercinta ini. Dan metode-metode di atas juga bisa minasan praktekkan untuk Mata pelajaran KANJI, insyaa ALLAH metode-metode di atas dapat membantu melancarkan proses belajar kanji para murid, semoga sukses yaa…

Arigatou gozaimasu….